June 15, 2021

Absen Yuk

Menyajikan Informasi terupdate teraktual, tips trik dan kesehatan

6 Cara Meracik Password Yang Aman Untuk Berinternet

Bagi seseorang yang kerap bersentuhan dengan web dan komputer, passwordmerupakan segalanya. Untuk mengakses berbagai layanan di web seperti e-mail, situs jejaring sosial, dan weblog, seorang pengguna memerlukan password. Meskipun begitu, banyak orang yang tidak pernah memperhatikan kekuatan password-nya. Jangan heran bila akhirnya akun e-mail dan jejaring sosialnya pindah ke tangan orang iseng.

Buntutnya pun bisa panjang. Mulai dari hanya sekedar iseng merubah tampilan situs jejaring sosial atau blognya, hingga yang paling berbahaya: menggunakannya untuk melakukan penipuan. Untuk itulah, seorang pengguna web harus pintar-pintar memilih password yang aman dan kuat.

Dan berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan guna memperkuat password akun web kita.

Hindari Password Standar

Umumnya, pengguna internet membuat password dengan menyusun deretan huruf atau angka secara berurutan. Misalnya saja: ‘123456’, ‘abcdefgh’, ‘ ’, atau ‘qwertyu. Ada juga passwordyang terdiri dari huruf dan angka yang sama, seperti: ‘111111’, ‘xxxxxx’, atau ‘aaaaaa’.

Situs yang memperbolehkan penggunaan kata sandi seperti ini, biasanya mudah diretas. Oleh karena itu, penyedia layanan besar di internet umumnya menolak kata sandi jenis ini dan menyuruh pengguna memasukan yang lebih kuat.

Hindari Password yang Mudah Ditebak

Hindari password yang mudah ditebak, sepertiusername, nomor telepon, nomor handphone, tanggal lahir, nama anak, nama orang tua, atau nama hewan peliharaan. Hindari juga menggunakan kata yang berulang, seperti ‘yudhayudha’, ‘kurakura’, atau ‘likaliku’. Juga hindari gabungan nama dan susunan angka atau huruf, seperti ‘andi123456’, ‘lisaxyz’, atau ‘opie09876’. Karena password jenis ini juga termasuk yang mudah ditebak.

Sebaiknya pergunakanlah pilihan kata yang tidak mudah ditebak dan tidak umum, tetapi mudah diingat. Dalam hal ini, kamus sangat membantu untuk merumuskan password yang mudah diingat tapi sulit ditebak. Disarankan membuat password dari bahasa asing yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, seperti Perancis atau Latin. Meskipun begitu, metode ini sedikit membutuhkan usaha di awal untuk mengingatnya.

Semakin Panjang, Semakin Baik

Panjang password yang ideal dan aman terdiri dari 12 hingga 14 karakter. Semakin panjang password, maka semakin tinggi pula tingkat keamanannya. Meskipun begitu, poin pertama dan kedua juga harus diperhatikan. Walaupun panjang password-nya 14 karater, tetapi bila susunannya seperti poin pertama dan kedua, maka passwordtersebut tetap lemah.

Gabungkan Angka, Huruf, dan Karakter Khusus

Password yang kuat biasanya merupakan gabungan antara angka, huruf, dan karakter khusus. Semakin banyak karakter khusus yang digunakan, umumnya semakin mempersulit seorang peretas mebobol akun kita di internet. Akan lebih baik lagi bila mempergunakan gabungan huruf kapital dan huruf kecil.

Agar mudah diingat, biasanya penggunaan angka dan karakter khusus ini diasosiasikan ke dalam huruf-huruf tertentu. Misalnya huruf ‘A’ diasosiasikan dengan angka ‘4’ atau karakter ‘@’. Contoh lainnya adalah huruf ‘S’ bisa diasosiasikan dengan angka ‘5’ atau karakter ‘$’.

Sebagai contoh, bila ingin memilih kata ‘kontemplasi’ untuk dijadikan kata sandi, salah satu bentuk penulisan yang dinilai aman adalah ‘[email protected]$!’.

Rahasiakan Password

Rahasiakan password anda dan jangan memberitahukannya ke siapa pun. Bagaimana pun, seberapa kuat password, bila diketahui orang lain, tetap tidak akan berguna. Bila ingin memberitahukanpassword untuk mengantisipasi keadaan darurat, pastikan memberitahukannya kepada orang yang benar-benar dipercaya, seperti orang tua atau suami/istri.

Jika password hendak ditulis, simpanlah di tempat yang aman dan tidak mudah diakses oleh sembarang orang, seperti dompet, lemari besi, atau laci meja yang terkunci rapat.

Selalu Keluar Usai Beraktivitas di Internet

Bila menggunakan komputer umum untuk mengakses internet, pastikan kita sudah keluar (log off/sign out) dari situs pribadi, seperti situs jejaring sosial atau e-mail. Akan lebih aman bila knowledge pemakaian (historical past) yang ada pada browserturut dihapus juga. Hal ini bisa menghilangkan catatan pemakaian di browser, termasuk password yang tidak sengaja tersimpan.